cerpen asmara paling oke
Asmara nyai
lestari
Kepalanya bermahkotakan kerudung
hijau, rambutnya pantan dilihat oleh kaum adam. bibir mungil dan hidung mancung
menghiasi wajah yang elok dan berseri-seri.
Tubuh gemulainya bagai biola prancis dibalut busana hijau nan sejuk dipandang
mata. Senyum maninya membuat orang terbuai
dalam ketenangan. Lestari kapan kita bertemu lagi ?
Watu gandul,salah satu warisan alam
tertua di dunia . watu gandul dan bebatuan disampingnya terbentuk oleh semburan
jebakan – jebakan gas yang telah membeku sekitar 25 juta tahun yang lalu. Hanya
ada satu peninggalan serupa yaitu di mexico ,bedanya yang di Bojonegoro belum
diakui oleh UNESCO . kurang lebih itulah yang ku ketahui tentang tempat ini.
Panas
matahari kian menyengat ketika rombonganku sampaia dilokasi . kami masih harus
endaki lagi sekitar 250 m. sebelum memulai pendakian karang taruna dan
pokdarwis (kelompok sadar wisata) desa Sambongrejo membagikan konsumsi kepada
kami. Nasi yang dibungkus daun jati tersebut terasa nikmat tiada tara ketika
aku memakannya di atas watu gandul. Di etinggian 250 m itu aku dapat melihat
hamparan jagung dan rumah penduduk yang terhampar bagai permadani raksasa. Tak
kusangka Bojonegoro memiliki sisi seindah ini.
Ahmad, salah satua anggota karang
taruna yang kukenal mengajakku bermain lompat batu. Di sekitar watu gandul
banyak terdapat batu batu besar yang jaraknya berdekatan, mudah bagiku untuk
melompat dari satu batu ke batu lainnya. Saat melompat dari sebuah batu kakiku
terpeleset sehingga aku terjatuh dan hamper membentur batu. Beruntung ahmad
dengan cekatan mencengkeram dan menarik tanganku.
“lain kali hati-hati dong san”
“iya mad, tadi aku agak ngelamun”
“ngelamun siapa hayoo.??.jangan
–jangan kamu lagi ngelamunin nyai lestari ya?”
“ nyai
lestari, siapa tuhh?”
“kalo
mau ahu ayo ikut aku”
Dia
mengajakku menemui laki-laki setengah baya yang duduk santai dibawh pohon
sambil mengisap rokok tirwe alias nggelintir dewe (digulung
sendiri). Orang tersebut memakai kaos pokdarwis dan menggunakan belangkon,agak
sedikit nyentrik jika dibandingkan anggota pok darwis yang lain. Dengan sopan
ahmad menyalaminya dan menyampaikan maksud kami.
“permisi pak dono,ini ada
mahasiswa KKN yang ingin tahu tentang nyai lestari”
“namanya siapa nak?” Tanya pak
dono kepdaku.
“nama saya ihsan pak”
“begin nak,nyai lestari itu
adalah putri seorang mpu kerajaan majapahit,dia diajak oleh ayahnya lari dan
bersembuyi di watu gandul ini ketika terjadi serangan demak,nah, sesmpainya di
sini nyai lestari yang masih kecil menangis terus menerus kemudian sayup-sayup
terdengar suara orang menyanyikantembang lir-ilir. Mendengar tembang itu nyai
lestari berhenti menangis dan tertidur pulas. Konon yang
menyanyikan tembang itu adalah sunan kalijaga yang datang untuk menghibur nyai
lestari.”
”Kalau nyai
lestari sendiri mengganggu tidak pak?”
“namanya mahluk halus kalau tidak
diganggu tidak akan mengganggu”
“sosokya bagaimana pak?”
“selama yang saya jumpai nyai lestari berujud wanita cantik dengan
rambut panjang dan memakai baju hijau,kalau sampean mau lihat,mari
saya ajak untuk menyanyikan tembang lir-ilir,berani tidak?“
“masak siang-siang begini ndak
berani,nanti au temenin” sela ahmad yang duduk di sampingku.
Karena merasa tertantang akupun menyetujui
ajakan pak dono.
“baiklah saya berani pak.”
“kalau begitu mari kita mulai.”
Kami
duduk menghadap timur,pak dono di depan aku dan ahmad di belakangnya. Belum
sampai beberapa menit kami menyanyikan tembang lir-ilir ,tubuhku merasa
merinding. Tanpa sadar ku buka mataku. Spontan aku langsung terlonjak dari tenpat
dudukku,kaget bercampur heran. Tampa dihadapanku sesosokwanita cantik dengan
rambut panjang dan baju hijau. Persis yang dikatakan pak dono. Jantungku terasa
mau copot, belum hilang rasa kagetku ahmad menepuk pundakku dengan keras.
“itu bukan nyai lestari san, itu tika anaknya
pak lurah!”
“ja…..jadi itu bukan hantu??”
“ya bukanlah,ayo aku kenalin sama dia. Saya
ke sana dulu ya pak” seraya berpamiatan pada pak
dono
Ahmad
menarik tanganku ,untuk mendekati gadis tersebut. Terasa ada yang berdesir saat
kami bertatapan. Dengan sopan dia menaruh tangannya di depan dada ketika ku
ajak salaman. Tutur katanya lembut menandakan kehalusan sifatnya yang
tersembuyi dibalik kerudung hijaunya.
“jangan bengong dong san”
ujar ahmad seraya menepuk pundakku
“eh…iya..kenalkan namaku Muhammad
ihsan ,anggota mahasiswa KKN ,kamu namanya siapa?”
“atika ayu lestari kang”
“lestari….kok kayak nama anaknya
mpu prono citro , kalo aku panggil nyai boleh nggak?”
‘terserah kakang saja”
“emang kamu lagi cari apa kog
bawa begituan?”
“ini porang kang , tepungnya bias
dibuat mi dan jelli,rasanya enak kok..”
“aku bantu cari boleh nggak?”
“bantunya besok-besok aja ,
sekarang dhuhur dulu sudah di tunggu temen-temen tuh!” sela ahmad
sambil menarik tanganku.
“ya udah deh nyai, aku ke sana dulu ya…assalamualaikum”
“ya udah deh nyai, aku ke sana dulu ya…assalamualaikum”
“waalaikaum salam”
Perkenalan
singkat tu begitu membekas dihatiku,sejak sat itu kami semain akrab. Aku lihat
dia lebih hebat dari yang ku tahu sebelumnya. Setiap selesai salat maghrib
diamengajar anak-anak desa mangaji al quran. Tak jarang dia menasehatiku jika
perbuatanku kurang sopan.
Rasa
ini semakin membelenggu dalam kalbu. Namun, aku tidak mau terlalu cepat
meyakininya, karena aku juga belum punya keberanian untuk mengungkapkannya.
Wjah manisnya selalu hadir dalam setiap mimpiku. Hingga pada malam terakhir tugas
KKN ku di desa ini,aku menemuinya diteras rumahnya,akan aku ungkapakn rasa yang
selama ini menggangguku.
“nyai , sebenarnya aku cinta sama kamu.”
Begitu lega ketika aku telah mengucapkannya
“apa saya ndak salah dengar kang?”
“tidak nyai aku benar-benar cinta
sama kamu
“sebenarnya aku juga punya rasa
yang sama kang, tetapi islam melarang umatny untuk berpacaran jadi kalau kakang
memang mencintaiku. Besok temuilah abah dan katakana apa adanngya.”
“baiklah nyai kalau iu memang yang terbik aku
akan mengusahakannya .saya pamit dulu asssalamualaikum”
“waalaikumsalam”
Terasa ada
secercah harapan yang menyinari perjuanganku. Esoknya kutemui pak kades dan
mengutarakan encanaku yang akan melamar lestari jika telah lulus S-1. Tanggapan
bijak dari pak lurah kudapatkan. Susah senang bercampurketika rombonganku
berpamitan dengan warga desa. Kulihat lestari berdiri di ambang pintu dengan
mata berkaca-kaca. Aku tak tahu apakah arti tangisan itu. yang jelas kisah
cintaku baru dimulai.
Selama kuliah
aku berusaha keras untuk membangun masa depanku. Semacam ada dorongan yang
membuatku terus berprestasi. Perjuanganku tak sia-sia aku menjadi wisudawan
terbaik dan mendapatkan beasisiwa untuk melanjutkan s2 di mcgill kanada. Hatiku
bimbang untuk menerima beasiswa ini. Aku sudah terlanjur berjanji dengan lestari
dan jika aku menerima beasiswa ini berarti aku telah membohonginya.
Akhirnya,atas
dukungan dari lestari dan orang tuaku aku menerima program besiswa itu. Tangis
haru menyelimuti diriku ketika aku datag untuk berpamitan kepada orang tua
lesatari. Perpisahan yang ke dua terasa amat berat kurasakan. “walau kita
terpisah 7 samudra ,namun kesetianku tetap tulus dalam hati” kata-kata itu
selalu terngiang di telingaku ,saat aku merindukannya.
Perlahan
salju mulai turun di langit kanada. Hembusan angina menggoyangkan pohon maple
yang daunnya mulai berguguran. Bunyi adzan dari hp kumenyudahi lamunan indahku,
aku beranjak untuk mengambil wudhu. Bayangan wajah lestari mulai pudar namun,
rasa ini tak kan pernah pudar. “lestari,aku akan datang!,tunggulah!”
Komentar
Posting Komentar